Faktor Penyebab Terjadinya Judi Online

Faktor Penyebab terjadinya judi online

Ada banyak faktor yang mempengaruhi para pelaku judi bahwa bermain judi online memiliki banyak efek samping menguntungkan bagi hidup mereka. Dari berbagai penyebab seseorang melakukan judi internet, dibawah ini adalah faktor-faktor yang melatarbelakangi seseorang bermain judi.

Faktor Sosial dan Ekonomi

Bagi masyarakat Indonesia dengan kesenjangan sosial rendah, judi online seringkali dianggap sebagai suatu cara dan media meningkatkan taraf perekonomian hidup mereka. Tidaklah heran jika pada masa undian SDSB di Indonesia pada masa orde baru kala itu peminat dari judi konvensional adalah sebagian besar berasal dari kalangan masyarakat kelas ekenomi menengah ke bawah.

Dengan modal yang kecil mereka berharap penuh pada perolehan keuntungan sebesar-besarnya atau menjadi kaya dalam sekejap tanpa usaha yang besar. Selain itu kondisi sosial masyarakat yang tindak perjudian juga berperan besar terhadap tumbuhnya kegiatan judi tersebut.

Faktor Situasi

Situasi atau kondisi yang masuk kategori mampu memicu tindakan judi secara online adalah tekanan dari teman atau lingkar luar lingkungan untuk terjun ke dalam perjudian melalui metode pemasaran yang menjadi tugas para pengelola judi. Tekanan kelompok ini membuat bettor merasa tidak jika tidak menuruti keinginan mereka.

Sementara metode pemasaran yang dilakukan para pengelola judi pada akhirnya selalu mengekspose para pemain yang berhasil memberi kesan pada calon pemain bahwa menang dalam taruhan online adalah hal mudah dan biasa.

Peran media massa, mesin pencari, dan jejaring sosial yang menunjukkan keahlian para penjudi akhirnya menampilkan seolah-olah mereka dapat mengubah setiap peluang judi menjadi kemenangan yang diagung-agungkan para pemain, pada akhirnya juga trlah mendorong setiap individu untuk mencoba game judi.

Faktor Belajar dan Rasa Ingin Tahu

Sangatlah logis jika faktor belajar dan rasa ingin tahu memiliki efek signifikan terhadap tingginya para pelaku judi online, termasuk juga bagaimana keinginan mereka untuk terus bermain. Apa yang pernah dipelajari dan menghasilkan sesuatu menyenangkan akan tersimpan dalam pikiran seseorang untuk suatu saat diulangi kembali. Hal inilah yang dinamakan Reinforcement Theory atau teori pembelajaran yang mengatakan bahwa perilaku tertentu cenderung akan diulangi kembali jika diikuti oleh sesuatu yang menguntungkan.

Faktor Perspesi Kemenangan

Persepsi disini maksudnga adalah persepsi pemain dalam menghadirkan evaluasi terhadap kesempatan menang yang bisa dihasilkan dari bermain judi. Para bettor yang sulit meninggalkan permainan cenderung memiliki asumsi keliru tentang peluang menang.

Mereka pun pada umumnya akan merasa sangat yakin bahwa kemenangan akan diperoleh. Meski pada kenyataannya peluang itu sangatlah kecil karena keyakinan merupakan ilusi yang didapat dari evaluasi peluang berdasarkan suatu situasi tak menentu dan bersifat subjektif. Dalam benak para pemain ini akan tertanam pikiran jika sekarang belum menang pasti ada kesempatan berikutnya untuk menang.

Faktor Asumsi Keterampilan

Bettor yang merasa dirinya terampil pada salah satu atau beberapa jenis game judi akan cenderung menganggap bahwa kemenangan dalam berjudi adalah murni karena kemampuannya. Mereka menilai kemampuan yang dimiliki bisa membuat mereka mampu mengendalikan berbagai situasi mencapai kemenangan.

Seringkali juga mereka tidak bisa membedakan mana kemenangan karena keahlian dan mana kemenangan yang hanya kebetulan semata. Bagi mereka yang kalah berjudi tidak akan pernah dihitung sebagai kekalahan melainkan asumsi “hampir menang” sehingga pada akhirnya terus memburu kememangan yang pasdi bisa di dapatkan. Itulah tadi sekilas pembahasan tentang faktor yang melatarbelakangi seseorang melakukan permainan judi online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments«